JARINGAN KOMPUTER : Jurnal 2

SUBNETTING


Subnetting adalah proses pembagian sebuah jaringan IP besar menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Ini adalah teknik yang umum digunakan dalam jaringan komputer untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP, meningkatkan keamanan, dan meningkatkan efisiensi jaringan.



Berikut adalah langkah-langkah detail untuk melakukan subnetting:


1. Pahami Struktur Alamat IP: Setiap alamat IP terdiri dari dua bagian: bagian jaringan (network portion) dan bagian host (host portion). Misalnya, dalam alamat IPv4, ada 32 bit yang dibagi menjadi bagian jaringan dan bagian host. Bagaimana bit tersebut dibagi antara bagian jaringan dan bagian host ditentukan oleh subnet mask.


2. Pilih Subnet Mask: Subnet mask menentukan seberapa banyak bit yang dialokasikan untuk bagian jaringan dan bagian host dari alamat IP. Subnet mask sering kali ditulis dalam format dot-decimal (misalnya, 255.255.255.0) atau dalam notasi CIDR (misalnya, /24 untuk subnet mask 255.255.255.0).


3. Hitung Jumlah Subnet yang Dibutuhkan: Tentukan berapa banyak subnet yang diperlukan untuk jaringan Anda. Ini tergantung pada kebutuhan dan ukuran jaringan Anda.


4. Hitung Jumlah Host dalam Setiap Subnet: Tentukan berapa banyak host yang akan diperlukan dalam setiap subnet. Ingatlah bahwa semakin banyak subnet yang Anda miliki, semakin sedikit host yang tersedia dalam setiap subnet.


5. Tentukan Pembagian Bit: Setelah Anda memiliki jumlah subnet yang dibutuhkan dan jumlah host dalam setiap subnet, tentukan berapa banyak bit yang akan dialokasikan untuk bagian jaringan dan bagian host dari alamat IP. Ini biasanya melibatkan pengalokasian sejumlah bit tetap untuk bagian jaringan dan sisanya untuk bagian host.


6. Hitung Subnet dan Host Range: Tentukan rentang alamat IP untuk setiap subnet. Ini melibatkan menghitung alamat jaringan dan alamat broadcast untuk setiap subnet, serta rentang alamat IP yang tersedia untuk host dalam subnet tersebut.


7. Terapkan Subnetting: Terapkan pembagian bit yang telah Anda tentukan pada alamat IP awal untuk menciptakan subnet baru sesuai dengan kebutuhan jaringan Anda.


8. Atur Konfigurasi Jaringan: Konfigurasikan perangkat jaringan, seperti router atau switch, dengan informasi subnet baru. Pastikan untuk menyesuaikan konfigurasi perangkat jaringan untuk memperhitungkan subnet baru dan routing yang sesuai antara subnet.


9. Uji dan Perbaiki: Setelah subnetting diterapkan, uji jaringan untuk memastikan bahwa semua host dapat terhubung dengan benar dan bahwa lalu lintas dijaga dengan baik antara subnet.


Subnetting membutuhkan pemahaman yang baik tentang konsep alamat IP, subnet mask, dan routing. Dengan melakukan subnetting secara efektif, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan alamat IP, meningkatkan keamanan, dan meningkatkan kinerja jaringan Anda.



VLSM & CIDR

Perbedaan antara VLSM dan CIDR adalah salah satu hal yang sering dibicarakan di dunia jaringan komputer. Bagi mereka yang belum terlalu familiar dengan dunia ini, kedua istilah tersebut bisa sangat membingungkan. Sebenarnya, apa sih perbedaan antara VLSM dan CIDR?

Pertama-tama, mari kita bahas tentang VLSM. Singkatan dari “Variable Length Subnet Mask”, VLSM memungkinkan pengguna untuk mempartisi sebuah jalur jaringan dan memperbesar teknologi pengaturan subnet mask jaringan. Sedangkan CIDR, atau “Classless Inter-Domain Routing”, adalah metode pengorganisasian jaringan IP untuk internet. Dalam CIDR, subnet dibagi menjadi blok-blok yang lebih kecil dan fleksibel, tidak seperti yang terbatas dalam VLAN.

Jadi, perbedaan utama antara VLSM dan CIDR adalah bahwa VLSM biasanya digunakan pada secara internal pada jaringan, sedangkan CIDR digunakan pada internet. Kedua teknologi tersebut digunakan untuk memperpanjang alamat IP, namun dengan cara yang berbeda-beda. Bagi mereka yang ingin mengejar karir di bidang jaringan, sangat penting untuk memahami perbedaan antara VLSM dan CIDR. Dengan pemahaman ini, Anda akan dapat merancang dan mengoptimalkan jaringan dengan lebih baik dan membuat pengalaman internet pengguna jadi lebih baik.

VLSM (Variable Length Subnet Mask)

VLSM atau Variable Length Subnet Mask merupakan sebuah metode dalam penyusunan subnet yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan ukuran subnet yang berbeda-beda dan menyesuaikan pembagian jaringan IP sesuai dengan kebutuhan. Dengan VLSM, pengguna dapat membagi jaringan IP menjadi subnet-subnet yang lebih kecil dan lebih efisien dalam pemanfaatan alamat IP.

VLSM digunakan untuk memaksimalkan penggunaan alamat IP yang tersedia pada jaringan. Dalam hal ini, pembagian subnet dilakukan secara hierarkis dengan menggunakan pengelompokan alamat IP dalam subnet yang lebih kecil, sehingga alamat IP yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Contohnya, jika sebuah jaringan memiliki alamat IP 172.16.0.0/16, maka jaringan ini dapat dibagi menjadi beberapa subnet dengan ukuran yang berbeda-beda. Misalnya, sebagian subnet membutuhkan 100 host, sementara subnet lain hanya membutuhkan 30 host. Dalam hal ini, penggunaan VLSM memungkinkan pengguna untuk memilih ukuran subnet yang tepat dan memaksimalkan penggunaan alamat IP yang tersedia.

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah teknologi yang memungkinkan alamat IP diperlakukan secara fleksibel tanpa harus memperhatikan kelas. Selain itu, teknologi ini memungkinkan penghematan penggunaan alamat IP karena batasan-batasan yang ada pada penugasan kelas dihilangkan.

  • Peningkatan efisiensi alokasi alamat IP
  • Memungkinkan untuk memecah-mecah subnet menjadi bagian yang lebih kecil atau lebih besar
  • Memungkinkan untuk memberikan alamat IP yang lebih spesifik untuk setiap jaringan atau perangkat.



Contoh 

192.168.248.186/24:
  • NA : 192.168.248.0
  • SM: 255.255.255.0
  • Range IP : 192.168.248.1 - 192.168.248.254
  • BA: 192.168.248.25

192.168.248.186/30
    • NA: 192.168.248.184
    • SM : 255.255.255.252
    • Range IP : 192.168.248.185 - 192.168.248.186
    • BA : 192.168.248.187 

    Komentar